https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js'/> MENJAGA PROFESIONALISME GURU OTKP KAB. BOGOR PADA MASA PANDEMI COVID – 19 - potretbogor.com.blogspot.com
HEADLINES NEWS :
REDAKSI

MENJAGA PROFESIONALISME GURU OTKP KAB. BOGOR PADA MASA PANDEMI COVID – 19

Diposkan Oleh: potret-bogor.com on Kamis, 22 Oktober 2020 | 18.08

 MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran Kabupaten Bogor atau sering disebut dengan MGMP OTKP Kabupaten Bogor setelah sukses menggelar kegiatan pada hari Sabtu, 18 Januari 2020 tentang Workshop Kearsipan dan Uji Kompetensi Kejuruan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (UKK OTKP) yang di ikuti oleh 144 Guru mata pelajaran Produktif OTKP dengan Ketua MGMP OTKP Kab.Bogor yaitu Ibu Dwi Hartati, S.Sos, yang dibina oleh Pengawas Ibu Dra. Leniawati, M.M sebagai Pengawas Dinas OTKP Kab.Bogor dan kemudian Beliau sudah Pensiun lalu digantikan oleh Bu Hj. Endah Kismani, S.Pd, M.M selaku Pengawas Provinsi Wilayah Cabang Dinas 1 dan Sekaligus Pengawas Pembina MGMP OTKP Kab. Bogor.

Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) pada dasarnya adalah wadah silaturahmi Guru Produktif OTKP Se-Kabupaten Bogor dalam meningkatkan kualitas Guru dan menjalin rasa solidaritas serta sebagai sarana untuk mengembangkan keterampilan atau skill menuju profesionalisme Guru yang berkualitas khususnya Guru Produktif OTKP. Dalam kondisi seperti sekarang ini kita tidak perlu saling menyalahkan dan Guru harus tetap menjaga Profesionalisme dalam mengajar. Apapun kebijakan yang kita lakukan pasti akan ada resikonya. Ini adalah status darurat kebencanaan dibidang kesehatan dan semua masalah terjadi di seluruh bagian dunia dan tidak ada satupun yang terbebas dari masalah Covid-19. Kesempatan ini merupakan peluang bagi kita untuk bekerja sama, bertukar pikiran, saling mengisi dan melengkapi sehingga persoalan di tiap-tiap daerah bisa ditemukan solusi terbaik.


Pendidikan penting tetapi kesehatan bagi anak-anak juga sangat penting. Kita harus menjamin semua anak-anak selamat tetapi tetap mendapatkan pengetahuan dengan baik sehingga seluruh harapan dari masyarakat dapat terpenuhi. Para guru telah berupaya untuk melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) melalui jaringan, agar siswa tetap mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna dan diharapkan dapat meminimalisir resiko kekurangan kesempatan untuk mendapatkan pengalaman belajar. Tentu banyak kekurangan dan harus bisa dimaklumi karena bagaimanapun kita tidak mungkin melaksanakan dengan sempurna dalam suasana kedaruratan ini. Harus ada kelonggaran dalam kegiatan belajar mengajar untuk para siswa dengan banyak pertimbangan, karena banyak sekali hal yang harus dibenahi terutama berkaitan dengan keluhan dari peserta didik, orang tua dan pihak-pihak terkait sejalan dengan diberlakukannya Belajar Dari Rumah (BDR). Masih banyak guru yang belum dapat membedakan pembelajaran jarak jauh dengan pembelajaran biasa. Cara membimbing dan memberikan tugas tetap seperti pembelajaran saat kondisi biasa.

Selama wabah ini masih ada, maka seluruh resiko pasti ada. Hal ini menjadi pertimbangan kita semua. Memilih tetap mengikuti pembelajaran dengan metode virtual punya masalah, memulai kegiatan dengan metode tatap muka juga punya masalah. Oleh karenanya kedua persoalan ini harus mampu dicarikan solusi terbaik, sehingg anak-anak kita harus aman dalam mengikuti kegiatan tetapi anak kita juga tetap mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelajaran, karena Anak merupakan aset generasi penerus bangsa, oleh karena itu mereka harus kita persiapkan dengan baik dengan penuh kehati-hatian dan terencana agar mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sehingga kelah menjadi sumber daya manusia yang unggul.

Dalam pertumbuhan dan perkembangannya seorang anak memerlukan pengasuhan, penjaminan pendidikan, kesehatan dan keselamatan serta perlindungan dari dari semua pihak. Tentunya dalam rangka meningkatkan pemenuhan hak pendidikan bagi anak, harus mempertimbangkan kesehatan dan keselamatan bagi anak. Dimana pada masa pandemi Covid-19 pembelajaran dengan menggunakan 2 metode yakni Pembelajarn Jarak Jauh (PJJ) dan pembelajaran tatap muka untuk zona hijau. Sebelum pembelajaran jarak jauh :1) Fokus pada kebutuhan belajar siswa, 2) Membantu siswa menguasai tujuan belajar, 3) siswa mempunyai akses belajar yang realtif merata, 4) Guru mempunyai kendali yang besar terhadap lingkungan belajar dan perilaku siswa, 5) Menggunakan cara-cara belajar biasa yang seringkali sudah jadi kebiasaan puluhan tahun. Pembelajaran Jarak jauh Darurat Covid-19: 1) Fokus pada kebutuhan belajar dan kebutuhan psikologis siswa, 2) Membantu siswa dalam situasi sulit dengan tetap menguasai tujuan belajar minimal, 3) Siswa mempunyai akses sumber belajar yang cenderung timpang (perbedaan kondisi yang mencolok), 4) Guru tidak lagi mempunyai kendali terhadap lingkungan belajar dan perilaku siswa, 5) Menggunakan cara-cara belajar baru yang seringkali gurupun baru tahu.

Situasi di masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sangat sulit, begitu banyak tantangan yang dihadapi. Banyak guru yang kesulitan mengelola PJJ dan merasa terbebani melakukan penuntasan kurikulum. Sulit juga bagi guru-guru memenuhi beban mengajar dan komunikasi dengan orang tua dengan berbagai alasan, itu menjadi tantangan yang sangat berat bagi guru. Orang tuapun tidak mudah mengikuti dan mendampingi anak belajar, banyak yang mempunyai pekerjaan lainnya, banyak juga yang masih harus beradaptasi terhadap anak-anaknya melakukan pembelajaran dari rumah. Anak banyak yang mengalami kesulitan konsentrasi dan merasa berat sekali beban, karena banyak penugasan dari guru guna menuntaskan kurikulum dan juga peningkatan rasa stres dan jenuh.

Untuk mengantisipasi semua konsekuensi negatif dan isu dari PJJ, kami MGMP OTKP Kab. Bogor akan menyelenggarakan WEBINAR dengan tema “Mendesain Bahan Ajar Online di Masa Pandemi Covid-19” dengan Pembicara pertama adalah Ibu Endah Kismani, S.Pd, MM, sebagai Pengawas Pembina SMK KCD Wilayah 1 Provinsi Jawa Barat, dan sebagai Pengawas Pembina MGMP OTKP Kabupaten Bogor. Kemudian Pembicara kedua akan diisi oleh Bapak Abdul Kohar, SE sebagai Ketua Pelaksana Webinar dan content Creator SMK Pertiwi Cibungbulang. Yang akan diselenggarakan pada hari Rabu, 28 Oktober 2020 Pukul 09.00 – 12.00 dan bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda tahun 2020 yang pada tahun ini mengusung tema “Bersatu dan Bangkit”. Besar harapan kami dengan diselenggarakannya Webinar oleh Pengurus MGMP OTKP Kabupaten Bogor ini dapat menjaga profesionalisme guru-guru OTKP khususnya dan guru-guru Kabupaten Bogor pada umumnya. Semoga pandemi covid 19 cepat berlalu.    

Oleh : Abdul Kohar SE

Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

PBTV

iwan

PB

 
potret-bogor : Redaksi | redaksi.potret-bogor@gmail.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2010 - 2020. KingIgon. - All Rights Reserved
potret-bogor.com update berita kita