Disdik Rancang Kurikulum Darurat
Diposkan Oleh: potret-bogor.com on Jumat, 06 November 2020 | 13.49
Cibinong - MMetodepembelajaran jarak jauh atau daring akibat adanya pandemi Covid -19 masih diberlakukan di Kabupaten Bogor, sebagai langkah antisipasi pandemi berkepanjangan Dinas Pendidikan (Disdik) saat ini sedang mematangkan kurikulum darurat.
“Kurikulum darurat akan dipakai atau diterapkan, jika pandemi memakan waktu panjang yang tak memungkinkan, metode pembelajaran tatap muka dilaksanakan,” kata Kepala Dinas Pendidikan Entis Sutisna, saat berbincang dengan Potret Bogor, baru-baru ini.
Entis, mengatakan, kurikulum darurat nantinya materi pembelajaran yang disampaikan guru pada siswa SD dan SMP, tak lagi menonjolkan sisi teori yang mengharuskan siswa menjawab pertanyaan, namun arahnya lebih pada praktikum yang meransang imajinasi siswa.
“Semisal untuk mata pelajaran pengetuan alam, siswa diberi tugas membuat bola dunia atau globe dengan memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di rumah. Nah, dari pembuatan bola dunia itu siswa secara tidak langsung akan belajar beberapa mata pelajaran mulai matematika, ilmu sosial hingga budaya,”ujarnya.
Lebih lanjut Entis mengatakan, kurikulum darurat ini sifatnya antisipasi saja, jika pandemi berakhir cepat dan metode belajar tatap muka diperbolehkan, otomatis materi pelajaran yang diberikan guru pada siswa kembali mengacu pada kurikulum tahun 2013.
“Harapan kita sih, pandemi cepat berakhir agar kita bisa menjalani aktivitas normal lagi, tapi bukan berarti hal-hal baik yang diterapkan saat pandemi ditanggalkan, seperti mengenakan masker, kenapa ?, karena mengenakan masker banyak manfaatnya untuk melindungi organ pernafasan dari zat-zat polutan,” katanya.
Sebelumnya Entis mengatakan, selain menerapkan metode belajar daring, Disdik sedang mengkaji rencananya metode pembelajaran homo visit atau guru mendatangi siswa dalam kelompok-kelompok kecil. “Rencananya metode home visit diterapkan di desa yang zero Covid -19 atau desa katagori zona hijau. Pelaksanaannya akan dikordinasikan dengan pemerintah desa,” tutupnya. n Mochamad Yusuf






0 komentar:
Silahkan Berikan Komentar Anda
Terimakasih...